Senin, 17 Desember 2007

MENGENAL ZAT GIZI DAN NONGIZI DALAM MAKANAN (BAGIAN II)

ZAT NONGIZI PADA MAKANAN

Apakah yang dimaksud dengan zat non-gizi pada makanan?
Zat nongizi adalah zat yang tidak berfungsi sebagai zat gizi, tetapi terbukti besar manfaatnya bagi kesehatan. Termasuk dalam kategori zat-zat nongizi antara lain serat makanan (dietary fiber), enzim, pigmen (karoten, klorofil, flavonoid, senyawa yang menyerupai vitamin atau vitamin like compound), dan substansi yang disebut zat makanan minor.

Dari manakah kita dapat memperoleh zat nongizi tersebut dan apa saja manfaatnya?
Berbagai sumber, dan manfaat zat nongizi adalah sebagai berikut:
a. Serat Makanan (Dietary fiber)
Tabel Pengelompokan Serat Makanan
Jenis Serat
Sumber
Pengaruh Fisiologis
Sellulosa
Komponen dinding sel tanaman, bekatul, gandum
Meningkatkan bobot dan ukuran feses
Hemiselulosa
Dinding sel tanaman, bekatul oat
Meningkatkan bobot dan ukuran feses, mengikat asam empedu, menurunkan kadar kolesterol
Gum
Karaya, gum arab
Meningkatkan bobot dan ukuran feses, mengikat asam empedu, menurunkan kadar kolesterol
Mucilage
Terdpat dalam endosperm biji tanaman, guar, kacang-kacangan, psyllium
Hydrokoloid yang mengikat steroid dan menunda kosongnya lambung, perombakan logam berat
Pektin
Kulit jeruk, apel, kulit bawang
Hydrokoloid yang mengikat steroid dan menunda kosongnya lambung, perombakan logam berat
Lignin
Bagian kayu tanaman:
Gandum (25%)
Apel (25%)
Kubis (6%)
Antioksidan, antikarsinogen

Enzim, bekerjasama dengan vitamin dapat mempercepat reaksi kimi. Tanpa enzim tidak akan ada kehidupan dalam sel. Dua jenis utama enzim adalah sintetase (synthetase) dan hidrolase (hydrolase). Sintetase membantu membangun struktur tubub dengan membuat atau mensintesis molekul-molekul menjadi lebih besar. Hidrolase bekerja memecah molekul-molekul besar menjadi molekul kecil dengan menambahkan air ke dalam molekul besar. Enzim akan terpenuhi dengan cara mengkonsumsi juice segar.

Pigmen
Karoten, mempunyai kemampuan mengonversi menjadi vitamin A, sebagai antioksidan, dan berkorelasi dengan masa hidup manusia, primate lain dan mamalia. Sumber karoten utama adalah sayuran hijau tua dan buah-buahan berwarna kuning oranye.
Flavonoid, mempunyai kemampuan sebagai antiperadangan, antialergi, antivirus, dan antikarsinogen. Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber flavonoid.
Klorofil, berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Sumber klorofil yang utama adalah sayur-sayuran.

d. Zat-zat yang Menyerupai Vitamin
Karnitin, befungsi sebagai pengangkut asam lemak ke mitokondria (unit produksi energi dalam sel), dan menstimulir pemecahan asam lemak rantai panjang oleh mitokondria. Makanan yang kaya akan karnitin adalah daging merah (domba, sapi), susu, sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian.
Kholin, mempunyai fungsi penting dalam pembuatan komponen utama dari sel-sel membrane, juga dibutuhkan untuk metabolisme lemak.
Koenzim Q10, merupakan komponen sel yang penting dan banyak berperan dalam memproduksi energi, membantu mendorong penyembuhan gastric ulcer, memperbaiki daya tahan, mempercepat penurunan berat badan pada penderita obesitas, dan merupakan anti oksidan. Koenzim Q10 disintesis sendiri oleh tubuh.
Inositol, berfungsi melancarkan lemak menuju dan dari hati, memperbaiki kecepatan aliran syaraf pada penderita diabetes. Inositol secara luas pada pangan hewani dan nabati.

e. Zat Makanan Minor, komponen-komponen tanaman lainnya yang juga berpengaruh terhadap kesehatan. Berfungsi sebagai antikanker dan antioksidan. Terdapat pada buah-buahan dan sayur-sayuran.

SUMBER BACAAN:
Budiyanto, MAK. 2004. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Cetakan III. UMM Press. Malang
Kartasapoetro, G; Marsetyo. 2003. Ilmu Gizi: Korelasi Gizi, Kesehatan, dan Produktivitas Kerja. Cetakan IV. Rineka Cipta. Jakarta.
Khomsan, Ali. 2004. Peranan Pangan dan Gizi untuk Kualitas Hidup Manusia. Grasindo. Jakarta.
Sediaoetama, Achmad Jaeni. 2000. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Cetakan IV. Dian Rakyat. Jakarta Timur.
Winarno, F.G. 1986. Air untuk Industri Pangan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Cetakan IX. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Wirakusumah, Emma S. 2004. Buah dan Sayur untuk Terapi. Cetakan X. Penebar Swadaya. Jakarta

1 komentar:

diary dua dimensi mengatakan...

ra fonspityalhmdulillah saya nemu blog ini, , saat ini saya juga ngambil prodi tekpang di salah satu univ d jakarta, dan postingan di blog ini dapat membantu saya. terimakasih...