Senin, 17 Desember 2007

MOMOK YANG PALING MENAKUTKAN (bagian III)

OBESITAS YANG TAK LAGI LAMBANG KEMAKMURAN
Apakah yang dimaksud dengan obesitas dan overweight?
Obesitas dan overweight adalah istilah untuk menyatakan kondisi badan. Obesitas berarti lemak tubuh yang dapat membahayakan kesehatan, sedangkan overweight menggambarkan kelebihan dibandingkan berat badan normal.
Apakah faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya kelebihan berat badan?
Pola makan. Mengkonsumsi makanan berkalori tinggi, seperti makanan cepat saji, makanan yang dibakar dan kudapan memiliki andil dalam peningkatan berat badan. Makanan tinggi lemak biasanya tinggi kalori. Minuman bersoda, kudapan, permen dan makanan penutup dapat juga menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Makanan dan minuman seperti ini biasanya memiliki kandungan kalori dan gula atau garam yang tinggi.
Jarang bergerak. Orang yang jarang bergerak akan lebih mudah mengalami kenaikan berat badan karena mereka tidak membakar kalori melalui aktivitas fisik. Aktivitas untuk mengisi waktu luang yang tidak membuat mereka banyak bergerak, seperti menonton televisi atau bermain video game, memiliki andil pada terjadinya masalah ini.
Masalah genetik. Bila seseorang datang dari sebuah keluarga yang rata-rata anggotanya mengalami kegemukan, dia mungkin secara genetik akan mengalami kelebihan berat bada, terutama bila berada dalam lingkungan di mana makanan tinggi kalori selalu tersedia dan aktivitas fisik jarang dilakukan.
Faktor psikologis. Ada sebagian orang yang makan terlalu banyak sebagai pelampiasan bila ada masalah, terutama masalah emosi, seperti stres atau kebosanan.
Faktor keluarga/sosial. Orang tua yang bertanggung jawab untuk menyediakan makanan sehat di dapur dan meninggalkan makanan yang tidak sehat di dalam lemari. Jika sesorang dalam sebuah kelurga jarang terkontrol oleh orang tuanya maka mereka akan cenderung menuruti keinginan makannya seperti ngemil, makan gula-gula, makan makanan yang asin dan berlemak. Hal ini akan semakin diperparah oleh rasa makanan tersebut yang biasanya memang enak.
Gambar Penderita Obesitas
Benarkah obesitas dan overweight sering dikaitkan dengan kemakmuran?
Mitos tersebut sebenarnya telah berkembang sejak zaman dahulu kala. Memang kelebihan berat badan dulu sering dikaitkan dengan kemakmuran. Namun, kemudian kelebihan berat badan lebih berkait dengan penampilan, dan akhirnya orang sadar bahwa kondisi ini terkait dengan banyak penyakit.
Apakah dampak obesitas dan overweight bagi sesorang?
Obesitas dan overweight akan mempengaruhi tiga hal yaitu kesehatan, prestasi, dan estetika
Kesehatan. Overweight dan obesitas diketahui dapat memicu beberapa penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan dislipidemia, meningkatkan kemungkinan penyakit kanker seperti kanker payudara, kanker indung telur, kanker usus besar dan kanker prostate. Overweight dan obesitas yang tidak ditangani secara tepat akan meningkatkan penyakit penyerta, memendeknya usia harapan hidup, serta merugikan dari sisi hilangnya produktivitas pada usia produktif. Overweight dan obesitas juga berhubungan erat dengan beberapa penyakit lain seperti artritis (radang sendi), kesulitan bernapas, gangguan oksigenasi ke otak, berhenti napas saat tidur, nyeri sendi, gangguan menstruasi, serta beberapa gangguan kesuburan.
Prestasi. Biasanya orang yang memiliki berat badan berlebih akan sulit untuk beraktivitas. Berat badan akan mempengaruhi keaktivan dan mobilitas seseorang. Kondisi ini akan menimbulkan rasa malas sehingga akhirnya akan berpengaruh kepada prestasi orang tersebut.
Estetika. Orang yang kelebihan berat badan, cenderung kesulitan dalam penampilan. Pakaian yang dipakai tentunya akan memiliki ukuran yang lebih besar. Kelebihan berat badan biasanya akan menjadi buah bibir masyarakat. Tim peneliti dari University of Liverpool yang dipimpin Dr Jason Halford menyatakan, hasil riset menunjukkan diskriminasi terhadap orang gemuk ternyata meluas sampai ke pasangannya. Hasilnya menunjukkan responden yang melihat gambar laki-laki berpasangan dengan wanita gemuk, rata-rata memberikan penilaian buruk. Laki-laki tadi digambarkan sengsara, terlalu lemah, pasif, tidak giat, depresi, tidak menarik, tidak kokoh dan sering gelisah.
Bagaimanakah cara mengukur sesorang menderita obesitas atau overweight?
Ukuran yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang menderita overweight atau obesitas adalah berdasarkan berat badan dan tinggi badan yaitu menggunakan suatu indeks berdasarkan berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter pangkat dua, yang disebut indeks massa tubuh (IMT). Indeks Massa Tubuh (IMT) yang ideal adalah 19-24 untuk perempuan dan 20-25 untuk laki-laki. Tahun 2000 WHO telah membuat klasifikasi IMT yang dianggap cocok untuk orang Asia.
Dapat juga digunakan ukuran komposisi lemak tubuh. Pengukuran lemak tubuh dapat diukur menggunakan alat berupa skin fold atau body fat analizer. Wanita dikatakan obesitas bila komposisi lemak tubuhnya lebih dari 25 persen berat badan, sedangkan laki-laki disebut obesitas bila komposisi lemak tubuhnya lebih dari 20 persen berat badan.
Berdasarkan distribusi lemak dalam tubuh, ada dua jenis penimbunan lemak. Penimbunan lemak di bagian bawah tubuh disebut bentuk ginoid dan penimbunan lemak di bagian perut disebut bentuk android-lebih dikenal obesitas abdominal/obesitas sentral. Ketiga cara itu dapat dilakukan untuk mengetahui sesorang menderita obesitas atau overweight tentunya dengan bantuan dokter, tenaga medis ataupun ahli gizi.
Umur berapakah yang rawan menderita obesitas atau overweight?
Overweight dan obesitas dapat dimulai pada usia berapa pun. Beberapa periode usia menunjukkan kemungkinan yang besar terhadap terjadinya overweight dan obesitas. Overweight atau obesitas sejak usia belia cenderung lebih berat dan berisiko tinggi menjadi obesitas di masa dewasa. Karena itu pencegahan overweight dan obesitas pada masa anak amat penting. Pada wanita dewasa, kehamilan dan menopause merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya obesitas.
Bagaimanakah cara mengobati obesitas?
Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengobati obesitas dan overwight:
Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menurunkan berat badan yaitu:
Pengaturan makanan atau Diet
Diet puasa
Diet puasa terdiri dari diet drastis I dan diet darastis II. Pada diet darstis I, mula-mula pediet diberikan porsi 1500 kkal perhari selama 5 hari. Selanjutnya diberikan diet 0 kkal dan hanya diberi air, kadang-kadang teh, kopi tanpa gula, disertai suplemen vitamin dan mineral dilakukan selama 2-3 minggu. Diet drastis II, mula-mula pediet diberikan makan 1500 kkal perhari selama 2-5 hari. Selanjutnya pediet diberikan 120-400 kkal perhari selama 2-3 minggu
Diet Rendah Kalori tak Seimbang
Diet rendah kalori tak seimbang terdiri dari (1) diet rendah protein, lemak, tinggi kalori, (2) diet rendah karbohidrat protein sedang, tinggi lemak dan (3) Diet rendah karbihidrat lemak sedang dan tinggi protein
Diet Rendah Kalori Seimbang.
Pada diet ini diberikan sekitar 1000-1700 kkal, protein 20-25% dari total kalori, karbohidrat 5-60% dari total kalori dan sumplemen vitamin-mineral.
Diet Rendah Kalori Seimbang dan Tinggi Seimbang
Diet ini relatif sama dengan diet rendah kalori seimbang. Hanya saja asupan seratnya ditingkatkan. Konsumsi serat yang tinggi dapat menyebabkan perut kenyang.
Modifikasi perilaku
Teknik ini merupakan terapi psikologi untuk mengurangi atau menghilangkan berbagai perilaku yang dapat menyebabkan munculnya masalah berat badan. Dengan teknik ini, pediet ditanamkan motivasi dan disiplin diri yang kuat untuk mengubah kebiasaan yang salah.
Penggunaan produk-produk pelangsing
Kelompok makanan dan minuman
Jenis ini banyak diminati karena banyak orang yang terpengaruh oleh iklan dimedia yang tiap hari mereka dapatkan. Namun efeknya ternyata tidak terlalu kelihatan bahkan cenderung merugikan secara ekonomi dan kesehatan. Pada jenis tertentu dapat menyebabkan ketosis dan penyakit lainnya.
Pengganjal perut (Bulks Fillers)
Bulks fillers ini berfungsi melapisi didnding usus yang dilalui makanan sehingga makanan yang diserap menjadi terbatas, akhirnya akan dibuang melalui tinja. Akibatnya, kalori yang masuk ke dalam tubuh terbatas. Setelah dikaji lebih jauh ternyata efektivitas penggunaan produk pelangsing tidak sebesar apa yang digembar-gemborkan, bahkan cenderung merugikan baik dari segi manfaat maupun finansial. Selanjutnya, penggunaan produk-produk pelangsing yang mempunyai efek samping negative perlu diwaspadai dan diprhatikan karena dapat merugikan kesehatan pemakai sendiri.
Obat-obatan
Ada beberpa jenis obat-obatan yang sering digunakan,
Amfetamin: obat pelangsing yang bersifat menekan nafsu makan. Efeknya tidak permanen karena jika pengobatan dihentikan, nafsu makan kembali naik. Penggunaan obat ini mempunyai efek samping seperti insomnia (susah tidur), jantung berdebar, keringat dingin, cemas, sakit kepala, mulut kering, hipertensi dan gemetar.
Diuretik: obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah sehingga meningkatkan pengeluaran urin. Pengaruhnya terhadap penurunan berat badab ternyata tidak lazim karena bukan lemak yang hilang tetapi cairan tubuh. Pengeluaran cairan tubuh justru merugikan karena elektrolit tubuh turut hilang.
Golongan penghambat pembentukan lemak: berfungsi menghambat pembentukan lemak dan menambah energi glikogen yang dapat menurunkan nafsu makan.
Golongan pembakar lemak: meningkatkan metabolisme tubuh melalui beberapa mekanisme terutama dengan merangsang saraf simpatis. Beberapa bahan yang digunakan ternyata dalam waktu yang lama dapat mengganggu sistem kardiovaskuler.
Hormon: meningkatkan metaboliseme basal tubuh sehingga dalam jangka waktu yang lama diharapkan dapat menurunkan berat badan. Efek samping penggunaan hormon adalah timbulnya masalah jantung.
Water pills: berfungsi untuk mengurangi air yang tertahan di perut. Efek samping dari obat ini sama dengan obat diuretik.
Teh Pengurus: mempunyai efek diureteik yaitu keluarnya urin berlebihan. Pemakaian dalam jangka lama dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh.
Herbal Slimming: produk herbal slimming umumnya mengandung efek diuretik (keluarnya urin berlebihan), efek laksatif atau katartik ( memacu pengeluaran feses atau tinja), efek stimulant sekaligus appetite depressant (menyegarkan tubuh dan menekan nafsu makan), dan efek menaikkan laju katabolisme (pembongkaran zat) tubuh. Efek samping dari herbal slimming adalah risiko rusaknya ginjal.
Akupunktur
Cara ini dilakukan dengan menusukkan jarum pada bagian-bagian tertentu ke dalam tubuh. Akupunktur hanya dilakukan untuk mempermudah melakukan diet. Bekerjanya akupunktur akan lebih baik bila dikombinasikan dengan diet rendah lemak dan rendah kalori. Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan akupunktur banyak memberikan keuntungan bagi penderita obesitas.
Pembedahan
Banyak penderita obesitas dan overweight yang menempuh jalan pintas untuk menurunkan berat badan yaitu salah satunya adalah dengan pembedahan. Pembedahan dilakukan antara lain dengan memotong bagian usus halus sehingga penderita dpat melanjutkan kebiasaan makannya, tetapi jumlah yang diabsorbsi (diserap) tubuh sedikit. Cara pembedaha lain adalah dengan membuang lemak atau selulit pada bagain tubuh tertentu seperti paha dan perut. Metode lain yang diminati akhir-akhir ini karena tidak menimbulkan bekas luka adalah sedot lemak.
Sebenarnya pembedahan selalu membahayakan penderita dan lambungnya tanpa kecuali. Misalnya, terjadi komplikasi pada pembuluh darah, penyakit infeksi, hernia, arthritis, batu empedu, internal haemorrhage, dan kegagalan ginjal. Bahkan dikemuadian hari ada kemungkinan terjadi malnutrisi dan kekurangan serat yang akan menimbulkan masalah.
SUMBER BACAAN:
Djauzi, Samsuridjal. 2005. Konsultasi: Cara Menguruskan Badan. (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Harmadini, Felicitas. 2005. Obesitas, Gendut yang Enggak Lucu Lagi. (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Hie, Prawira Bayu. 2000. Pendekatan Kombinasi untuk Menanggulangi Kegemukan. Dalam Hidup Sehat dengan Akal Sehat: Kumpulan Artikel Kesehatan Kompas. Cetakan II. Kompas Media Nusantara. Jakarta.
Hussaana, Atina. 2000. Herbal Slimming, Mengatasi Kegemukan dengan Risiko Rusak Ginjal. Dalam Hidup Sehat dengan Akal Sehat: Kumpulan Artikel Kesehatan Kompas. Cetakan II. Kompas Media Nusantara. Jakarta.
International Herbal Center. 2005. Bahaya kegemukan (Obesitas). (Online). (http://www.ihc-online.info/index.php?). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Kids Health. 2006. Overweight and Obesity. (Online). (http://www.kidshealth.org). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Kompas Cyber Media. 2003. Gemuk Karena Frustrasi..! (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Kompas Cyber Media. 2003. Obesitas Bukan Lagi Tanda Kemakmuran. (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Kompas Cyber Media. 2003. UH..! Berpacaran dengan Orang Gemuk Pun Dicap Buruk!. (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Kompas Cyber Media. 2005. Lingkar Pinggang Pria Jangan di Atas 90 cm. (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Kompas Cyber Media. 2005. Obesitas di Kalangan Anak-Anak Makin Meresahkan. (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Mayo Clinic. 2006. Childhood Obesity. (Online). (http://www.mayoclinic.com/health/childhood-obesity/DS00698). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Nadesul, Handrawan. 2004. Umur Kita di Nomor Ikat Pinggang!. (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Nadesul, Handrawan. 2004. Stop Makan Sebelum Kenyang. (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Nadesul, Handrawan. 2005. Makanlah dengan "Otak", Bukan dengan Emosi!. (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Sukiman, Antan Averouse. 2006. Menurunkan Berat Badan dan Kesehatan Jantung. (Online). (http://www.sukiman.com/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Tabloid Nova. 2005. Mengapa Anak tak Boleh Gemuk? (Online). (http://www.kompas.co.id/). Diakses tanggal 20 Januari 2007.
Wirakusumah, Emma S. 1994. Cara Aman dan Efektif Menurunkan Berat Badan. Cetakan Kedua Revisi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Tidak ada komentar: