Senin, 17 Desember 2007

MOMOK YANG PALING MENAKUTKAN (bagian I)

KOLESTEROL, SI ENAK YANG MEMBUNUH

Apakah yang dimaksud dengan kolesterol?
Dari segi ilmu kimia, kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh dengan bermacam-macam fungsi antara lain membuat hormon seks, adrenal dan membentuk dinding sel. Disebabkan pentingnya fungsi kolesterol maka tubuh membuatnya sendiri di dalam hati atau lever.

Mengapa terjadi permasalahan dengan kolesterol?
Makanan yang kita konsumsi ternyata banyak mengandung kolesterol terlebih makanan hewani seperti daging, kulit, kulit ayam, jeroan, kuning telur dan makanan produk susu. Kolesterol yang berada dalam makanan kita meningkatkan kadar kolesterol darah. Sangat disayangkan kebanyakan dari kita memasukkan kolesterol lebih besar dari yang kita butuhkan. Hasilnya dapat kita tebak yaitu kelebihan tersebut bereaksi dengan zat-zat yang lain dan mengendap di dalam peredaran darah arteri (pembuluh darah yang membawa zat makanan dan oksigen) sehingga menyebabkan penyempitan dan pengerasan yang dikenal sebagai artherosclerosis. Jika penyempitan dan pengerasan ini cukup berat, maka menyebabkan suplai darah ke otot jantung tidak cukup jumlahnya, timbul sakit atau nyeri di dada yang disebut angina, bahkan dapat menjurus ke serangan jantung. Di sinilah kolesterol tersebut berperan negative terhadap kesehatan. Kadar kolesterol yang abnormal inilah yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung koroner.

Apakah yang LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol itu?
LDL-kolesterol (Low Density Lipoprotein-Kolesterol) adalah “pembawa” yang mengangkut paling banyak kolesterol di dalam darah. Sering dinamakan kolesterol “buruk” atau “jahat”, karena kadar LDL yang tinggi menyebabkan mengendapnya kolesterol di dalam arteri, sehingga sering menutupi bagian dalam dinding arteri.
HDL-kolesterol (High Density Lipoprotein-Kolesterol) adal “pembawa” yang mengangkut sedikit dibandingkan dengan jenis lainnya. HDL-kolesterol sering disebut dengan kolesterol “baik” karena dapat mengirim kelebihan kolesterol “jahat” di pembuluh arteri kembali ke lever untuk diproses dan dibuang. Jadi, HDL mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi atau memproteksi dari artherosclerosis dan penyakit jantung koroner.

Lalu apa yang dimaksud dengan trigliserida?
Trigiserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat di dalah darah dan berbagaimorgan di dalam tubuh. Dari sudut ilmu kimia, trigliserida merupakan substansi yang terdiri dari dari gliserol yang mengikat gugus asam lemak. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak akan meningkatkan trigliserida di dalam darah dan cenderung meningkatkan kadar kolesterol. .

Apa saja faktor risiko yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol darah?
Menurut American Heart Association, faktor risiko dapat dibagi menjadi tiga 3 golongan besar sebagai berikut:
Faktor risiko utama (major risk factor), yaitu risiko yang diyakini secara langsung meningkatkan risiko timbulnya penyakit jantung koroner, seperti kadar kolesterol darah yang tidak normal (abnormal), tekanan darah tinggi, dan merokok.
Faktor risiko tidak langsung (contributing risk factor), yaitu faktor risiko yang dapat diasosiasikan dengan timbulnya penyakit jantung koroner. Hubungan antara faktor tersebut dengan penyakit jantung koroner sering kali bersifat tidak langsung. Golongan faktor risiko terutama diabetes mellitus, kegemukan, tidak aktif, dan stress.
Faktor risiko alami, yaitu faktor risiko karena keturunan, jender atau jenis kelamin, dan usia.

Bagaimana cara mengukur kadar kolesterol dalam tubuh?
Kadar total kolesterol, HDL, dan trigliserida di dalam darah dapat diketahui dengan tes di laboratorium setelah melakukan puasa selama kurang lebih 10 jam. Kolesterol dihitung dari jumlah total kolesterol yang ada disemua lipoprotein yang bersirkulasi di dalam darah

Berapa batas normalnya kadar kolesterol dalam darah?
Batasan normal kadar kolesterol dalam darah dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan jenis kelamin, sebagai berikut;
a. Pria/Laki-laki
Tabel Total kadar kolesterol normal dalam plasma darah mgr/dl pada pria.
Umur (tahun)
Rata-rata
5%
95%
00-04
155
144
203
05-09
160
121
203
10-14
158
119
202
15-19
150
113
197
20-24
165
125
220
25-29
180
135
245
30-34
190
140
255
35-39
200
145
270
40-44
205
150
270
45-69
215
160
275
70-
295
150
270
Sumber: Cholesterol & Children, by Robert E. Kowalski
Keterangan: 5% = 5 orang dibawah rata-rata. 95% = 95 0rang diatas rata-rata
Wanita

Tabel Total kadar kolesterol normal dalam plasma darah mgr/dl pada wanita.
Umur (tahun)
Rata-rata
5%
95%
00-04
156
112
200
05-09
164
126
205
10-14
160
124
201
15-19
158
120
203
20-24
170
125
230
25-34
175
130
235
35-39
185
140
245
40-44
195
145
255
45-49
205
150
270
50-54
220
165
285
55-
230
170
290
Sumber: Cholesterol & Children, by Robert E. Kowalski (1990)

Apa yang harus saya lakukan agar terhindar dari penyakit akibat kolesterol atau dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah?
Hal yang dapat dilakukan agar kolesterol tidak menjadi persoalan dalam hidup adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Selain itu kita dianjurkan agar rajin mengkonsumsi makanan yang kaya serat seperti beras, gandum, jagung, sayuran dan buah-buahan. Konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, tempe, dan tahu sangat efektif menurunkan kadar kolesterol darah karena kandungan zat yang ada didalamnya seperti sitosterol, niasin, vitamin C, karotein, vitamin A. Olahraga yang teratur memiliki efek yang besar terhadap penurunan kadar kolesterol darah sebab penggunaan kalori oleh tubuh memberikan reaksi penurunan kolesterol.

SUMBER BACAAN:
Bangun, A.P. 2004. Terapi Jus dan Ramuan Tradisional untuk Kolesterol. Cetakan IV. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Biro Pusat Statistik. 1987. Neraca Bahan Makanan di Indonesia. Jakarta.
Davidson, Sir Stanley. 1979. Human Nutrition and Dietetics. Churchill Living Stone Edinburgh. London and New York.
Kowalski, Robert E. 1990. Cholesterol & Children. Harper and Row Publisher. New York
Mangkoewidjojo, Soesanto; et.al. 1986. Usaha Mencegah Aterosklerosis dengan Tempe dalam Makanan. Seminar Pangan dan Gizi di Yogyakarta.
Sitepoe, Mangku. 1993. Kolesterol Fobia: Keterkaitannya dengan Penyakit Jantung. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Soeharti, Iman. 2002. Kolesterol & Lemak Jahat, Kolesterol & Lemak Baik dan Proses Terjadinya Serangan Jantung dan Stroke. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Wetherill, M.S.D. dan Kereikes, Dean J. 2001. Kolesterol Tinggi. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Wijayakusuma, H.M.Hembing. 2001. Penyembuhan dengan Mengkudu. Milenia Populer. Jakarta.
Wiryowidagdo, Sudjaswadi dan Sitanggang, M. 2002. Tanaman Obat untuk Penyakit Jantung, Darah Tinggi, dan Kolesterol. Agro Media Pustaka. Jakarta.

Tidak ada komentar: